Wahai diri………
yang telah terperdaya dan terperangkap oleh tipu muslihat syaithan…
Yang terjatuh dan terjerembab dilubang yang gelap……
Yang kakinya tergelincir dijurang dosa dan kemaksiatan…..
Ketika kehampaan, kegelisahan telah merasuki relung jiwa…
Belumkah tiba saatnya bagimu untuk kembali kepada jalan hidayah yang penuh cahaya?.
Wahai jiwa….
Saat iman telah berada dititik nol……..
cahaya iman telah mulai meredup dan perlahan-lahan mulai padam…
Ketika diri telah berat dan malas melakukan kebaikan…
Tidak ada lagi semangat dan tekad yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan…
Kebaikan-kabaikan yang ditekuni selama ini telah berangsur-angsur ditinggalkan satu-persatu…
Berganti menjadi kemalasan,perbuatan sia-sia,dan bermaksiat kepada Allah SWT….
Maka ini pertanda kabut kegelapan mulai menyelimuti hati…..
Belumkah tiba saatnya bagimu untuk bangkit dan menerangi kegelapan hidupmu?
Wahai Jiwa yang lemah dan terpedaya….
Engkaupun tahu bahwa apa yang engkau lakukan adalah kesalahan dan dosa……..
Namun tekadmu lemah dan Rasa takutmu kepada Allah sedikit….
Maka tak ayal dirimu tergelincir ke jurang dosa dan kesalahan….
Satu kesalahan diikuti oleh kesalahan yang lain….
Lama-kelamaan jiwa ini menjadi lemah dan tidak ada tekad untuk bangkit…
Akhirnya engkau terpuruk kelembah dosa dan kesalahan…
Maka jangan berlama-lama dalam situasi ini…
Segera temukan energi untuk bangkit,untuk menata kembali benang-benang hidup yang telah kusut, memperbaiki diri ,
memperbaharui kembali hidup.Memang tidak mudah memperbaiki seuatu yang telah rusak, merekat kembali yang telah
pecah,mengarahkan diri dari kelalain kepada jalan ketakwaan, dari kemalasan menjadi semangat. Semuanya itu butuh tekad yang
sungguh-sungguh dan butuh kemauan dan kesabaran tingkat tinggi.
Wahai jiwa-jiwa yang merindukan untuk kembali jalan hidayah….
Ada banyak sumber pemantik energi untuk bangkit,penyesalan yang mendalam akan dosa dan kesalahan yang telah dilakukan
adalah energi awal untuk bangkit,disinilah bermula timbul keinginan dan pendorong untuk kembali kejalan hidayah,tentunya
tidak terlepas dari hidayah dari Allah sendiri.Temukan jalan untuk kembali kepada Allah,tak peduli seberapa jauh langkah
tersesat,tak jadi masalah kelam telah meyelimuti, jika seorang ingin mencari jalan kembali, maka Allah akan memberikan
petunjuk-Nya.Dia maha penerima taubat bagi setiap hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.Kemaafan-Nya tetap terbuka walau
untuk manusia yang telah melampaui batas dalam maksiatnya sekalipun.
Temukan energi bangkit dari kisah-kisah orang yang mendapat hidayah,taubatnya orang-orang yang telah tersesat jauh, mereka
telah kembali kepada fitrahnya yang suci,kembali kepada pangkuan Allah.Kisah hidup mereka adalah bisikan-bisikan
kebenaran,mengandung tangis kejujuran yang bersumber dari lubuk jiwa dan relung hati yang paling dalam.Dengan perantaan
kisah-kisah ini, kita dapat memetik hikmah,langkah kita diteguhkan,dan hati kita dikuatkan
Wahahai diri…
Kebaikan itu diibaratkan sebagai pelita dan cahaya,sedangkan dosa dan keburukan itu diibaratkan sebagai kegelapan.
Tetaplah berhimpun di sekitar cahaya.Jangan menjauh dari terpaan sinar cahaya Allah SWT agar tidak kehilangan arah dalam
melangkah.Mari dekati sumber-sumber cahaya.Al-Qur’an dan Sunnah adalah cahaya, karena disana terhimpun petunjuk yang dapat
menuntun kejalan keselamatan.Shalat tahajud dalam keheningan malam adalah cahaya, membuat wajah orang-orang yang
membiasakannya berseri-seri di pagi hari.Shalat Shubuh dan Dhuha di pagi hari adalah sumber energi dan cahaya untuk memulai
aktivitas pagi.Shaum sunnnah adalah cahaya yang membentengi pelakunya dari tarikan nafsu syahwat dan sumber ketegaran
dikala yang lain jatuh berguguran.Menahan pandangan tehadap lawan jenis adalah cahaya bagi hati, menyejukkan bagi mata dan
akan merasakan manisnya keimanan dalam hati.
Wahai diri……..
jangan melangkah dijalan kesesatan, Melangkahlah dijalan kebenaran Karena jalan kebenaran akan menyelamatkan…
Jangan pergi kearah kegelapan. Di alam ini terdapat banyak cahaya….”
(Article Inspiring)
yang telah terperdaya dan terperangkap oleh tipu muslihat syaithan…
Yang terjatuh dan terjerembab dilubang yang gelap……
Yang kakinya tergelincir dijurang dosa dan kemaksiatan…..
Ketika kehampaan, kegelisahan telah merasuki relung jiwa…
Belumkah tiba saatnya bagimu untuk kembali kepada jalan hidayah yang penuh cahaya?.
Wahai jiwa….
Saat iman telah berada dititik nol……..
cahaya iman telah mulai meredup dan perlahan-lahan mulai padam…
Ketika diri telah berat dan malas melakukan kebaikan…
Tidak ada lagi semangat dan tekad yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan…
Kebaikan-kabaikan yang ditekuni selama ini telah berangsur-angsur ditinggalkan satu-persatu…
Berganti menjadi kemalasan,perbuatan sia-sia,dan bermaksiat kepada Allah SWT….
Maka ini pertanda kabut kegelapan mulai menyelimuti hati…..
Belumkah tiba saatnya bagimu untuk bangkit dan menerangi kegelapan hidupmu?
Wahai Jiwa yang lemah dan terpedaya….
Engkaupun tahu bahwa apa yang engkau lakukan adalah kesalahan dan dosa……..
Namun tekadmu lemah dan Rasa takutmu kepada Allah sedikit….
Maka tak ayal dirimu tergelincir ke jurang dosa dan kesalahan….
Satu kesalahan diikuti oleh kesalahan yang lain….
Lama-kelamaan jiwa ini menjadi lemah dan tidak ada tekad untuk bangkit…
Akhirnya engkau terpuruk kelembah dosa dan kesalahan…
Maka jangan berlama-lama dalam situasi ini…
Segera temukan energi untuk bangkit,untuk menata kembali benang-benang hidup yang telah kusut, memperbaiki diri ,
memperbaharui kembali hidup.Memang tidak mudah memperbaiki seuatu yang telah rusak, merekat kembali yang telah
pecah,mengarahkan diri dari kelalain kepada jalan ketakwaan, dari kemalasan menjadi semangat. Semuanya itu butuh tekad yang
sungguh-sungguh dan butuh kemauan dan kesabaran tingkat tinggi.
Wahai jiwa-jiwa yang merindukan untuk kembali jalan hidayah….
Ada banyak sumber pemantik energi untuk bangkit,penyesalan yang mendalam akan dosa dan kesalahan yang telah dilakukan
adalah energi awal untuk bangkit,disinilah bermula timbul keinginan dan pendorong untuk kembali kejalan hidayah,tentunya
tidak terlepas dari hidayah dari Allah sendiri.Temukan jalan untuk kembali kepada Allah,tak peduli seberapa jauh langkah
tersesat,tak jadi masalah kelam telah meyelimuti, jika seorang ingin mencari jalan kembali, maka Allah akan memberikan
petunjuk-Nya.Dia maha penerima taubat bagi setiap hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.Kemaafan-Nya tetap terbuka walau
untuk manusia yang telah melampaui batas dalam maksiatnya sekalipun.
Temukan energi bangkit dari kisah-kisah orang yang mendapat hidayah,taubatnya orang-orang yang telah tersesat jauh, mereka
telah kembali kepada fitrahnya yang suci,kembali kepada pangkuan Allah.Kisah hidup mereka adalah bisikan-bisikan
kebenaran,mengandung tangis kejujuran yang bersumber dari lubuk jiwa dan relung hati yang paling dalam.Dengan perantaan
kisah-kisah ini, kita dapat memetik hikmah,langkah kita diteguhkan,dan hati kita dikuatkan
Wahahai diri…
Kebaikan itu diibaratkan sebagai pelita dan cahaya,sedangkan dosa dan keburukan itu diibaratkan sebagai kegelapan.
Tetaplah berhimpun di sekitar cahaya.Jangan menjauh dari terpaan sinar cahaya Allah SWT agar tidak kehilangan arah dalam
melangkah.Mari dekati sumber-sumber cahaya.Al-Qur’an dan Sunnah adalah cahaya, karena disana terhimpun petunjuk yang dapat
menuntun kejalan keselamatan.Shalat tahajud dalam keheningan malam adalah cahaya, membuat wajah orang-orang yang
membiasakannya berseri-seri di pagi hari.Shalat Shubuh dan Dhuha di pagi hari adalah sumber energi dan cahaya untuk memulai
aktivitas pagi.Shaum sunnnah adalah cahaya yang membentengi pelakunya dari tarikan nafsu syahwat dan sumber ketegaran
dikala yang lain jatuh berguguran.Menahan pandangan tehadap lawan jenis adalah cahaya bagi hati, menyejukkan bagi mata dan
akan merasakan manisnya keimanan dalam hati.
Wahai diri……..
jangan melangkah dijalan kesesatan, Melangkahlah dijalan kebenaran Karena jalan kebenaran akan menyelamatkan…
Jangan pergi kearah kegelapan. Di alam ini terdapat banyak cahaya….”
(Article Inspiring)
Inspired Writings
ReplyDeleteMemberikan pencerahan kepada hati yang gelap gundah gulana... (TWO THUMBS)
ReplyDelete